Instalasi Sistem Operasi Ubuntu Linux
Langkah Awal
Pilih Try or Install Ubuntu jika Anda ingin masuk ke sistem untuk mencoba atau menginstal OS secara normal.
Berikut adalah penjelasan fungsi untuk masing-masing opsi:
| Opsi Boot | Fungsi |
|---|---|
| Try or Install Ubuntu | Pilihan standar. Memuat sistem untuk mencoba Ubuntu tanpa install (Live USB) atau untuk memulai instalasi normal. |
| Ubuntu (safe graphics) | Mode aman. Hanya pilih opsi ini jika menu pertama gagal atau menyebabkan layar hitam akibat kendala kompatibilitas driver kartu grafis (VGA). |
| Boot from next volume | Batal booting dari media instalasi ini dan mencoba memuat OS dari urutan penyimpanan berikutnya (misalnya Windows di hard disk internal). |
| UEFI Firmware Settings | Jalan pintas untuk restart dan langsung masuk ke menu pengaturan BIOS/UEFI komputer tanpa perlu repot menekan tombol keyboard. |
Tunggu Proses Bootingnya
Pilih Bahasa
Next
Pilih Bahasa Keyboard
Pilih Internet LAN atau WLAN
Skip Update
1. Pemilihan Mode Penggunaan (Try vs. Install)
Layar pertama akan meminta Anda menentukan tujuan penggunaan sistem operasi.
| Pilihan | Fungsi Utama |
|---|---|
| Install Ubuntu | Memasang sistem operasi Ubuntu secara permanen ke dalam hard disk (atau virtual disk). Data dan sistem akan tersimpan permanen. |
| Try Ubuntu | Menjalankan sistem operasi melalui media instalasi (Live CD/USB) untuk sekadar dicoba. Semua file, pengaturan, dan perubahan akan hilang setelah komputer di-restart. |
Instruksi Praktikum: Pilih Install Ubuntu agar sistem operasi terpasang sepenuhnya dan bisa dikonfigurasi lebih lanjut pada pertemuan berikutnya.
2. Penentuan Metode Instalasi
Langkah ini menentukan bagaimana proses setup akan berjalan.
Pilih Interactive installation. Ini adalah pilihan standar untuk dipandu langkah demi langkah secara manual.
Berikut penjelasan untuk ketiga opsi tersebut:
| Opsi | Penjelasan |
|---|---|
| Interactive installation | Instalasi normal di mana Anda akan mengatur semuanya (bahasa, jaringan, partisi disk) secara manual langkah demi langkah. |
| Automated with autoinstall file | Instalasi otomatis menggunakan file konfigurasi khusus (autoinstall.yaml). Opsi ini dipakai oleh sysadmin tingkat lanjut yang ingin menyalin pengaturan instalasi yang sama ke puluhan server agar cepat. |
| Automated with Landscape | Instalasi otomatis yang dikendalikan dari jarak jauh melalui Landscape (sistem manajemen server dari Canonical/Ubuntu). Opsi ini khusus untuk lingkungan perusahaan/organisasi berskala besar. |
3. Pemilihan Paket Aplikasi Bawaan
Menentukan seberapa banyak perangkat lunak yang langsung tersedia setelah instalasi selesai.
| Pilihan | Isi Paket | Dampak pada Sistem |
|---|---|---|
| Default selection | Minimalis (Hanya web browser dan utilitas dasar). | Proses instalasi sangat cepat, hemat kapasitas storage, dan membebani RAM lebih sedikit. |
| Extended selection | Lengkap (Office tools, pemutar media, utilitas tambahan). | Waktu instalasi lebih lama dan butuh kapasitas storage yang jauh lebih besar. Didesain untuk penggunaan offline. |
Instruksi Praktikum: Pilih Default selection. Opsi ini paling ideal untuk mesin virtual karena sangat ringan dan mempercepat waktu tunggu saat demonstrasi.
4. Perangkat Lunak Pihak Ketiga & Format Media
Bagian ini menangani driver perangkat keras tertutup (proprietary) dan codec multimedia berlisensi. Terdapat perbedaan perlakuan tergantung pada media instalasinya.
| Pilihan | Jika Diinstal di Fisik (Baremetal) | Jika Diinstal di Mesin Virtual |
|---|---|---|
| Install third-party software for graphics and Wi-Fi hardware | Wajib dicentang agar modul Wi-Fi (Broadcom/Realtek) dan kartu grafis (NVIDIA/AMD) dapat berfungsi optimal dan tidak lag. | Dikosongkan. VirtualBox menggunakan hardware virtual standar yang langsung didukung oleh Ubuntu. |
| Download and install support for additional media formats | Wajib dicentang agar sistem bisa memutar format video/audio populer berlisensi (MP3, MP4, MOV, AAC). | Dikosongkan (Opsional). Untuk menghemat waktu instalasi saat demo, ini bisa dilewati. |
Instruksi Praktikum: Biarkan kedua kotak tidak dicentang karena instalasi dilakukan di dalam VirtualBox.
5. Pengaturan Partisi Hard Disk
Menentukan bagaimana ruang penyimpanan akan dialokasikan untuk sistem operasi.
| Pilihan | Fungsi & Cara Kerja |
|---|---|
| Erase disk and install Ubuntu | Sistem akan memformat seluruh isi disk dan membuat struktur partisi dasar Linux (seperti /root dan /boot/efi) secara otomatis. |
| Manual installation | Pengguna harus membuat, membagi, dan menentukan ukuran serta jenis format partisi secara manual (memisahkan /, /home, dan swap). |
Instruksi Praktikum: Pilih Erase disk and install Ubuntu. Karena menggunakan virtual hard disk kosong, opsi ini 100% aman (tidak menghapus data OS utama laptop) dan efisien.
6. Encryption and file system
Gambar di atas menunjukkan layar pengaturan Encryption and file system (Enkripsi dan sistem file) saat menginstal sistem operasi berbasis Linux (kemungkinan besar Ubuntu versi terbaru berdasarkan desain antarmukanya).
Langkah ini meminta Anda untuk menentukan tingkat keamanan dan struktur partisi hard drive/SSD.
Berikut penjelasan untuk masing-masing opsi:
1. No encryption (Paling direkomendasikan untuk penggunaan standar)
- Penjelasan: Data di dalam disk tidak dikunci (encrypt). Sistem akan menggunakan partisi standar (biasanya ext4).
- Kapan digunakan: Pilih opsi ini jika ini adalah instalasi komputer rumahan, server latihan, atau jika disk Anda tidak menyimpan data rahasia/sensitif tingkat tinggi. Instalasi dan proses memuat (booting) akan sedikit lebih cepat.
2. Encrypt with a passphrase (Aman, tapi butuh password tiap menyala)
- Penjelasan: Menggunakan teknologi LUKS. Seluruh isi disk akan dikunci.
- Kapan digunakan: Wajib dipilih jika ini adalah laptop kantor, laptop yang sering dibawa bepergian, atau server yang menyimpan data klien.
- Peringatan: Anda harus memasukkan password (passphrase) setiap kali komputer baru dinyalakan, sebelum masuk ke menu login pengguna. Jika lupa password ini, seluruh data Anda hilang permanen dan tidak bisa dikembalikan.
3. Use hardware-backed encryption (Sangat Aman, otomatis)
- Penjelasan: Menggunakan chip keamanan bawaan komputer (seperti TPM). Disk akan terkunci, tetapi komputer akan membuka kuncinya secara otomatis di belakang layar saat proses startup.
- Kapan digunakan: Sangat bagus jika perangkat keras Anda mendukung fitur ini. Keamanannya setara dengan nomor 2, namun jauh lebih praktis karena tidak perlu mengetik password tambahan setiap kali komputer menyala.
Advanced options (Pilihan Lanjutan):
- Use LVM without encryption: Menggunakan Logical Volume Manager tanpa dikunci. Berguna untuk server jika di masa depan Anda berencana menggabungkan kapasitas dari beberapa hard drive baru menjadi satu penyimpanan besar, atau ingin membuat snapshot sistem.
- Use ZFS without encryption (Experimental): ZFS adalah sistem file yang sangat canggih dengan fitur pemulihan data mandiri (self-healing) bawaan dan kompresi yang bagus. Berguna untuk server penyimpanan data rahasia skala besar, namun membutuhkan memori (RAM) yang tinggi.
- Encrypt with a passphrase using ZFS (Experimental): Sama seperti ZFS, namun ditambahkan sistem penguncian password.
Pilih yang mana? Jika Anda ragu atau hanya melakukan instalasi biasa, biarkan pilihan tetap di No encryption (titik oranye), lalu klik tombol Next.
7. Pembuatan Akun Pengguna (User Details)
Tahap pengisian identitas administrator lokal pada sistem.
A. Pengisian Data Kolom Teks
| Kolom | Deskripsi | Aturan Penulisan |
|---|---|---|
| Your name | Nama tampilan (Display Name) di layar login. | Bebas (Boleh huruf besar, spasi, nama lengkap). |
| Your computer's name | Nama perangkat (Hostname) yang terlihat di jaringan. | Tanpa spasi, tanpa simbol khusus. (Contoh: siswa-virtualbox). |
| Your username | Nama sistem (User ID) untuk direktori /home dan identitas Terminal. |
Wajib huruf kecil semua, tanpa spasi, tanpa simbol. |
| Password & Confirm | Sandi akses login dan hak root/sudo. | Harus identik di kedua kolom. |
B. Pengaturan Opsi Login
| Pilihan | Jika Dicentang | Jika Tidak Dicentang |
|---|---|---|
| Require my password to log in | Wajib memasukkan sandi setiap kali komputer dinyalakan. | Auto-login langsung masuk ke desktop tanpa hambatan keamanan. |
| Use Active Directory | Komputer tergabung dalam sistem server manajemen terpusat sekolah/perusahaan. | Akun bersifat lokal mandiri (standalone). |
Instruksi Praktikum: Isi data akun sesuai instruksi, centang opsi Require my password to log in, dan biarkan opsi Use Active Directory kosong.
8. Pengaturan Zona Waktu (Timezone)
Sistem akan menampilkan peta dunia untuk sinkronisasi jam komputer. Titik pin akan otomatis mendeteksi lokasi geografis jika perangkat terhubung ke internet.
- Pita Biru & Area Hijau: Menunjukkan wilayah yang beroperasi pada zona waktu yang sama dengan titik pin.
- Instruksi Praktikum: Pastikan pin berada di wilayah Indonesia (seperti Asia/Jakarta untuk UTC+7). Klik "Continue" untuk memulai proses instalasi akhir.
Terakhir
Klik Install